Uncategorized

Minggu 2 – Jalan Pengampunan

w2 mon.jpg

w2d1.jpg

Haloooo!

Bisakah kita memulai Minggu 2 dengan terbuka satu sama lain? Ambil kursi, kopi latte favorit Anda, karena ini waktunya untuk berbicara mendalam, tidak seperti percakapan di permukaan yang kita lakukan di media sosial dan lobi gereja setiap hari Minggu.

Minggu ini kita berbicara tentang Jalan Pengampunan – jawaban untuk masalah dosa yang kita temukan di Minggu 1. Gambaran pendalaman kita minggu ini sama seperti langkah penting di intervensi konseling – masalah sudah diidentifikasi dan kita sudah mengambil langkah meneliti diri dan mengenali kebutuhan kita – sehingga sekarang waktunya untuk berpikir tentang solusi.

Sebagian Anda terasa sangat terbebaskan saat mencari solusi akan kebutuhan pengampunan ke luar diri Anda. Anda sudah sampai di ujung batas diri dan tahu bahwa Anda tidak dapat melakukan apa-apa kecuali Sang Juruselamat mengambil alih. Namun saya percaya ada juga sebagian Anda yang belum siap menyerah dalam pertempuran. Anda pikir cukup dengan berbicara pada diri sendiri, strategi hidup, dan kerja keras, Anda dapat mengatasi hal ini sendiri.

Saya mengerti.

Tidaklah mudah untuk menyerah.

Sejak Adam dan Hawa memperkenalkan dosa ke dalam dunia, sudah menjadi sifat manusia untuk menghindar dari kebobrokan kita sendiri.

Kita menutupi dosa kita, berdoa bahwa dengan mengalihkan dan berkedok, tidak seorangpun akan melihat.

Kita membandingkan dosa kita, menunjukkan debu di mata orang lain dan tidak mengenali balok kayu di mata kita sendiri.

Kita berkontribusi dengan berbuat baik untuk mencoba “mengimbangi” dosa kita, bekerja lebih keras dan berbuat lebih banyak untuk mencari perkenan Tuhan dan orang lain.

Tapi karena ini percakapan sesungguhnya, mari jujur: semakin lama kita berlari dan sembunyi dari dosa kita, semakin menyedihkan keadaan kita. Menutupi dan membandingkan dosa kita – dan berbuat baik – tidak akan pernah menutup jurang yang tercipta antara kita dan Tuhan karena dosa kita.

Tidak apa-apa jika mengakui Anda tidak dapat melakukan hal ini seorang diri.

“Saya tidak ingat berapa lama saya bersembunyi di balik selimut, tapi cukup lama untuk saya berpikir tentang setiap skenario kemungkinan bagaimana hal itu akan berakhir. Apa yang akan saya katakan untuk membela diri? Bagaimana orang tua saya akan meresponi? Saya mengharapkan yang terburuk namun disambut dengan kelembutan dan tangan terbuka. Saya ragu memberikan kasih sayang namun disambut dengan kasih tanpa syarat. Saya mengharapkan pemisahan, penolakan, dan konsekuensi yang berat namun disambut sebagai anak yang memerlukan ruang pengampunan, penghiburan, dan istirahat.

Seberapa besarnya lagikah kasih Bapa yang sempurna bagi kita? Kasih karunia Tuhan tidak datang dari tempat yang jauh atau Juru Selamat yang tidak dapat diraih. Kasih karunia Tuhan tidak goyah atau dinodai oleh ketidaksempurnaan manusia. Tidak. Oleh Yesus, kasih karunia ini datang dari Tuhan yang membuka jalan, Bapa penuh belas kasihan yang hatinya diarahkan untuk mendengarkan kita meembisikkan nama-Nya dan siap menyambut kita dengan tangan terbuka. Hadiah kasih karunia yang tidak dapat luntur ini menjembatani jurang yang memisahkan kita dari Tuhan, dan menjadi ruang untuk kita dapat seterusnya hidup… dan berdiri dengan penuh percaya.” – You Are Forgiven/Engkau Diampuni, halaman 40.

Apakah Anda lelah karena beban dosa Anda? Lelah dari semua usaha menutupi, berlari, dan berpura-pura keadaan Anda baik-baik? Jengkel karena ketidakmampuan Anda untuk mengatasi hal ini seorang diri? Mencari damai di tempat yang salah?

Ada jalan yang lebih baik.

Hanya ada SATU jalan.

Saya mengundang Anda pada Yesus untuk menemukan Jalan kepada pengampunan.

“Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.” – Efesus 1:7

Di kaki-Nya,

Whitney

 

*Mari berbincang: Apakah Anda masih mencoba bertempur sendiri dengan dosa Anda? Apa yang membuat sulit bagi Anda untuk menyerah kepada Yesus sebagai satu-satunya Jalan menuju pengampunan?

Tantangan Minggu 2:

Dalam buku atau jurnal pendalaman Anda, tulis tiga kolom: Menutupi, Membandingkan, Berbuat Baik. Minta Tuhan menyelidiki hati Anda untuk melihat apakah saat ini Anda sedang menutupi, membandingkan, atau mencoba berbuat baik untuk menutup dosa dalam hidup Anda. Tuliskan di masing-masing kolom, kemudian habiskan waktu dengan Tuhan minggu ini untuk mengakui apa yang Anda tulis tersebut kepada Tuhan, dan meminta pertolongan-Nya untuk berbalik dari dosa Anda.

Video Minggu 2:

Rencana Bacaan Minggu 2:

rpw2

Ayat Hafalan Minggu 2:

w2d1

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s