Uncategorized

Minggu 8 – Rabu “Tiga Kata Saat Kita Kehilangan Iman”

banner w8 wed

w8d3

“Tetapi Tuhan adalah setia…” – 2 Tesalonika 3:3

Kami sekitar hampir 2.000 mil dari rumah, mengikuti komitmen kami untuk berpetualang di tahun-tahun awal pernikahan kami. Hari itu dihabiskan dengan cuaca yang lebih panas dari yang kami biasa, eksplorasi kota besar, wajah-wajah baru, dan wawancara pekerjaan yang nampaknya menjanjikan. Kami kembali ke kamar hotel malam itu – lelah namun senang, dan menemukan pesan yang diselipkan di bawah pintu hotel kami.

“Telepon ayahmu segera.”

Tiba-tiba merasa waspada, kami mencari telepon dan kartu telepon untuk menghubungi ayah mertua saya. Ternyata telah terjadi kecelakaan, dan dalam sekejap ibu mertua saya yang berumur 52 tahun meninggal.

Sangat tidak terduga.

Sangat mengejutkan.

Sangat tidak percaya ini dapat terjadi pada kami.

Yang terjadi berikutnya samar-samar, dan yang kami tahu adalah Tuhan pasti telah menempatkan malaikat yang menyamar di ruang resepsionis hotel malam itu. Dengan air mata membanjiri wajah dan tubuh, merasa sangat lemah dan hampir-hampir tidak dapat berdiri, kami berkata, “Bisakah Anda menolong kami?” Tiba-tiba kami sudah dalam penerbangan ke rumah, terjebak dalam mimpi buruk yang kami berharap bisa hilang dengan bangun dari tidur.

Kematian ibu mertua saya mengejutkan kota kecil di Indiana tempatnya tinggal, bekerja sebagai guru, dan menjadi teman untuk banyak orang. Barisan tamu di pemakaman sangat panjang, dipenuhi dengan semua orang dari murid-muridnya yang masih kecil dan orang tua mereka, sampai ke teman-teman lama yang datang dari negara bagian lain. Kami berdiri menjabat tangan dan menerima ucapan belasungkawa sampai hampir tengah malam.

“Pastikan kamu dengan berani memberitakan Injil.”

Tidak ada pesan yang lebih jelas dari itu untuk keluarga. Jadi mereka memberitakan Injil dengan berani. Di auditorium yang dipenuhi beratus-ratus orang, pendeta berbicara tentang kebenaran, harapan, dan kehidupan. Hidup yang dibentuk jauh dari apa yang dunia ini dapat tawarkan. Hidup yang berkata Yesus lebih baik, Yesus telah melakukan segalanya, Yesus layak, dan Yesus setia ditengah penderitaan terdalam yang Anda akan alami di bumi ini.

Dan dengan kepala-kepala tertunduk dan tangan-tangan terangkat di seluruh ruangan, saya melihat sendiri kesetiaan Tuhan saya yang besar, hari itu.

Dia setia dalam hidup, menarik ibu mertua saya kepada-Nya dan membuatnya ciptaan baru dalam Kristus.

Dia setia dalam kematian, memastikan bahwa waktu yang habis di bumi bukanlah akhir bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Dan Dia setia dalam penderitaan, memberikan anugerah demi anugerah dan membuat namanya dikenal oleh mereka yang sungguh perlu mendengar kebutuhan mereka akan Juru Selamat.

Ini adalah Tuhan kita, dan tidak ada seorangpun seperti Dia.

Jadi tiga kata apa yang dapat kita ucapkan ketika dunia ini terasa tidak ada harapan, ketika musuh-musuh kita keras hati, dan ketika dosa kita merintangi kita? Puji Tuhan bahkan dalam ketidaksetiaan kita…

Dia.adalah.setia.

 

Dia setia… dalam hidup, dalam kematian, dalam penderitaan, dan dalam jutaan saat biasa di hari-hari kita. Di dalam semuanya ini, “kiranya Tuhan mengarahkan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus” (2 Tesalonika 3:5).

Dan Bapa, karena siapa Engkau kami dapat dengan percaya meletakkan semuanya di kaki-Mu sekali lagi dan berdoa, “Kehendak-Mu jadilah.”

*Mari berbincang: Bagikan waktu-waktu dalam hidup Anda dimana Anda mengalami kesetiaan Tuhan kita yang luar biasa.

Di kaki-Nya,

Whitney

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s