Uncategorized

Minggu 6 – Jumat “Apakah Hidup Anda Ditandai oleh Pertobatan?”

w6d5.jpg

Saat kita membaca tentang pahlawan-pahlawan Alkitab, mudah untuk meninggikan mereka dan melihat mereka sebagai orang-orang luar biasa saleh. Kita melihat mereka dengan iman yang sangat kuat sehingga mereka dengan berani memandang mulut singa, melawan bangsa-bangsa. Sepertinya beberapa memiliki kasih yang saangat besar untuk Tuhan sehingga mereka mau mengorbankan segalanya, bahkan anak laki-laki tunggal mereka.

Daud bisa kelihatan seperti salah satu dari orang-orang ini, dipenuhi iman yang membawa dia kepada tindakan berani.

Namun kita tidak boleh lupa bahwa semua orang dalam Alkitab, tidak peduli bagaimana salehnya, juga pendosa yang memerlukan pertobatan.

 

Pertobatan adalah salah satu tanda orang percaya. Ketika Martin Luther menulis 95 Dalil, ia menaruh hal ini sebagai yang pertama: “Ketika Tuhan dan Tuan kita, Yesus Kristus, berkata ‘Bertobatlah,’ Dia mengundang seluruh hidup orang percaya menjadi hidup pertobatan.”

 

Namun apa arti pertobatan?

Repentance is one of the marks of a believer. When Martin Luther wrote his 95 Theses, he placed this as number one: “When our Lord and Master, Jesus Christ, said ‘Repent,’ He called for the entire life of believers to be one of repentance.”

But what exactly is repentance?

Buku James  P. Boyce berjudul Katekisme Pendek dari Doktrin Alkitab (1886) memberikan definisi sederhana dan akurat. “Pertobatan adalah duka atas dosa, diiringi dengan tekad, bahwa dengan pertolongan Tuhan, tidak akan berdosa lagi.

Mari lihat satu-persatu:

1. Melihat

Sebagian hal sangat menyakitkan untuk dilihat dan dosa kita adalah salah satunya. Kita perlu melihat kata-kata, hati, dan tindakan kita dengan teliti. Jika Anda pendosa seperti saya, Anda akan menemukan banyak keburukan. Satu-satunya cara kita mulai melihat dosa kita adalah melalui kebenaran Firman Tuhan dan jamahan Roh Kudus (Ibrani 4:12; Yohanes 16:8).

2. Duka

Saat kita sungguh-sungguh melihat dosa kita, kita akan merasa berdosa. Ini bukan kesedihan semu karena ketahuan. Ini adalah apa yang Thomas Watson sebut sebagai “kesakitan kudus” atas jiwa kita. Alkitab menyebutnya patah hati (Mazmur 51:17). Berbicara kepada Tuhan, Daud mengatakan di Mazmur 51:4, “kepada Engkau, kepada Engkau sajalah aku berbuat dosa dan melakukan apa yang jahat pada pandangan-Mu.” Meskipun ada orang-orang yang dia rugikan, Daud mengerti pada kahirnya dia berdosa terhadap Tuhan yang kudus. Sama seperti halnya dengan kita. Ketika kita membentak anak kita, berbicara dengan tidak hormat pada suami kita, menghamburkan uang atau mengabaikan tubuh kita, kita berdosa kepada Tuhan dan hal ini seharusnya mematahkan hati kita.

3. Pertobatan

Dengan duka, datanglah pengakuan. Pertobatan selalu meliputi pengakuan yang tulus dan penuh sesal akan kesalahan yang telah kita katakana, lakukan, atau bahkan pikirkan. Terkadang berarti bahwa kita mengakuinya kepada orang lain. Namun pengakuan selalu berarti mengakui dosa kita kepada Tuhan; bertanggung jawab atas apa yang Anda telah lakukan tanpa mencari alasan. Pengakuan memuliakan Tuhan (Yosua 7:19), merendahkan kita, dan membuat kita semakin bergantung kepada Yesus. Pengakuan adalah cara hati kita dilembutkan.

4. Kebencian

Ini adalah saat dalam hidup kita boleh membenci. Dosa adalah senjata penghancur milik Iblis yang membawa kejatuhan pada manusia dan ciptaan, dan satu-satunya perasaan untuk kita miliki terhadap dosa adalah kebencian yang kudus (1 Yohanes 3:8; Zakaria 3:4-5, Mazmur 119:104). Kita harus membencinya karena dosa mendukakan Tuhan dan merusak hidup kita.

5. Berbalik

Akhirnya, kita harus berbalik dari dosa dan berjalan menuju kepada TUhan (Kisah Para Rasul 26:20).

Pertobatan tidak membuat seseorang menjadi sempurna. Anda tidak akan pernah dengan sempurna di bumi. Pertobatan juga tidak menyelamatkan kita karena kita telah diselamatkan. Namun pertobatan adalah aktivitas sehari-hari yang harus terus dilakukan karena kita adalah pendosa yang membutuhkan belas kasihan setiap hari.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa pertobatan bukan cara memanipulasi Tuhan untuk memberkati kita dan memberikan apa yang Anda inginkan. Pertobatan bukanlah cara untuk mendapatkan perkenan Tuhan atau cara membuat Dia “senang” kepada Anda. Anda tidak dapat memanipulasi Tuhan untuk menjadi baik. Tuhan adalah Tuhan yang baik. Dia telah mengasihi Anda lebih dari apa yang dapat Anda bayangkan dan Dia selalu memberkati umat-Nya.

Pertobatan adalah hadiah untuk kita. Pertobatan menjaga hati kita tetap lembut terhadap orang lain sehingga kepahitan tidak berakar. Pertobatan menjaga mata kita tetap berfokus pada Kristus dan karya-Nya di kayu salib karena kita menjadi sadar bahwa kita tidak berdaya dalam dosa kita, dan kita membutuhkan bantuan Ilahi.

Memandang kepada Yesus,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s