Uncategorized

Minggu 6 – Rabu “Yesus: Harapan Para Pendosa”

banner 6 wed.jpg

w6d3.jpg

Saya suka Daud. Dia adalah salah satu favorit saya. Membaca tentang pilihan-pilihannya yang buruk, keputusannya yang tidak mengagumkan, dan keegoisannya…. bukanlah topic favorit saya yang sangat menyukai Daud.

Saya suka melihat dia mengandalkan Tuhan. Saya suka melihat dia rendah hati dan percaya kepada Tuhan ketika tidak ada oang lain yang melakukannya. Hal tesebut mendorong saya, menyemangati saya, dan membuat saya ingin melakukan hal yang sama dalam hidup saya.

Namun meskipun Daud mengasihi Tuhan, dia juga seorang pendosa dan rentan untuk menyimpang. Seperti saya.

Dengan sedih kita bisa lihat minggu ini. Terkadang ketika saya membaca cerita tentang Daud dan Batsyeba, Daud dan Uria, Daud dan Natan, saya hamper-hampr ingin berterial padanya dan berkata supaya dia tidak pergi keluar sana. Tutup matamu. Jangan menyerah kepada godaan. Rendahkan dirimu dan berkatalah apa yang benar.

Pilihan-pilihan kita memiliki konsekuensi.

Kerapkali pilihan buruk kita tidak hanya merugikan kita, tapi juga merugikan mereka yang polos di sekitar kita.

Kita melihat bahwa dalam bacaan kita minggu ini, dosa Daud tidak hanya merugikan dia, tapi dosanya menyakiti Tuhan. Dosanya merugikan anaknya dari Batsyeba. Dosanya merugikan Uria yang polos dan berhati mulia. Dosanya merugikan keluarga Daud, dan pada akhirnya merugikan bangsanya yang seharusnya dia jaga dan lindungi.

Daud memiliki banyak kesuksesan dalam hidup, namun dia juga memiliki banyak kegagalan. Dengan jelas kita dapat melihat perbedaan dalam hidup Daud saat dia utuh bergantung pada Tuhan dan saat dia jauh dari-Nya. Meskipun saya tidak suka melihat salah satu pahlawan saya berdosa dan hidup jauh dari Tuhan, saya percaya Tuhan mengijinkan cerita Daud ini untuk dimasukkan dalam Alkitab untuk menyemangati kita dan memberikan kita harapan.

Meskipun Tuhan melakukan hal-hal ajaib dalam hidup Daud, Daud adalah pendosa… sama seperti saya.

Daud – pada saat tertentu dalam hidupnya – berpaling dari Tuhan… sama seperti saya.

Daud – pada saat tertentu dalam hidupnya – berpikir bahwa dia lebih penting dari orang lain… sama seperti saya.

Daud – pada saat tertentu dalam hidupnya – egois dan merasa merdeka… sama seperti saya.

Daud – pada saat tertentu dalam hidupnya – lupa siapa kasih mula-mulanya… SAMA SEPERTI SAYA.

Ooooh tapi sahabat yang baik, kita memiliki Yesus. Yesus adalah Raja yang lebih baik.

Membaca 1 Timotius 1:12-16 menyebabkan saya bersuka cita dalam kasih, anugerah, dan harapan yang saya miliki melalui pengampunan dosa saya oleh Yesus Kristus!

Dia tahu masa lalu saya. Dia tahu dosa-dosa saya. Dia tahu kegelapan hati saya dan perjuangan yang saya lalui. Dia tahu dosa saya dan penyesalan saya. Dia tahu saat saya menyimpang dari-Nya seperti anak domba dan Dia pergi mencari saya, demi perlindungan saya. Dia tahu sisi tergelap saya, dan masih saya Dia memilih untuk mengasihi saya.

Dia melakukan hal yang sama untuk Anda, sahabat baik.

Daud seorang pendosa. Saya seorang pendosa… demikian juga Anda.

Namun kita membaca dalam bagian Alkitab kita hari ini bahwa Yesus menunjukkan pada kita belas kasihan (ayat 13). Melalui darah Kristus yang tercurah di kayu salib, saya tidak menerima kutukan, namun menerima anugerah, iman, dan kasih (ayat 14)!

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan diantara mereka akulah yang paling berdosa.” (ayat 15)

Sahabat,Yesus datang untuk kita. Dia sudah tahu kita pendosa yang memerlukan Juru Selamat. Tidak ada alasan untuk bersembunyi dari-Nya atau menutupi dosa kita.

Dia tahu dosa kita dan meski demikian dalam anugerah dan belas kasihan-Nya telah memilih untuk mengasihi kita.

Dia memilih kasih karunia diatas murka.

Kita semua adalah pendosa, tapi jangan lewatkan bagian penting dari bacaan kita hari ini: “Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabarannya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.”

Ahhh.. apakah Anda melihat betapa kuatnya kesaksian Anda? Paulus di ayat-ayat ini tidak ragu untuk menunjukkan bagaimana buruk dosa-dosanya. Mengapa? Supaya orang lain dapat memiliki harapan. Dia lebih tertarik menjadi contoh betapa hebat karya Yesus dalam hidupnya dibanding menciptakan gambaran tanpa masa lalu dan karya luar biasa yang Yesus telah lakukan baginya!!

Sahabat baik, ijinkan orang lain melihat kegagalan Anda sehingga mereka memiliki harapan akan karya ajaib yang Tuhan kerjakan dalam hidup Anda. Dia juga dapat melakukannya dalam hidup mereka.

Yesus… Dialah satu-satunya harapan kita. 

Meskipun saya sedih dengan pilihan yang Daud buat tentang Batsyeba, saya suka bagaimana Tuhan menebus situasi itu.

Ya, Daud dan Batsyeba menderita konsekuensi atas pilihan dan dosa mereka, tapi jangan lewatkan fakta bahwa Tuhan dalam belas kasihannya memberkati mereka dengan seorang anak laki-laki yang lain… Salomo.

Jangan lupakan bahwa kita melayani Tuhan yang menebus. 

Dia adalah harapan kita. Dia adalah sahabat kita. Dialah Juru Selamat kita. 

*Mari Berbincang: Kuatkan seseorang hari ini dan bagikan bagaimana Tuhan telah mengulurkan anugerah, kesabaran, dan belas kasihan kepada Anda dan bagaimana kasih-Nya telah mengubah hidup Anda!

Cinta Tuhan Sesungguhnya!

Angela

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s