Uncategorized

Minggu 5 – Senin “Daud – Sang Sahabat”

banner 5 mon.jpg

w5d1.jpg

 

Saya belajar bahwa di saat-saat gelap, sulit, dan menyakitkan dalam hidup kita bahwa banyak kali Tuhan telah memberkati kita dengan persahabatan termanis untuk membantu kita bertahan. Sahabat-sahabat yang telah menjadi tangan dan kaki-Nya yang nyata. Sahabat yang dengan harfiah memeluk kita, memperkatakan ucapan semangat ke dalam keremukan kita, dan membantu kita merasa dikasihi.

 

Kuasa luar biasa dari teman terkasih dan mengasihi yang diberikan kepada kita pada saat yang tepat!

Saya tahu, setidaknya, ini benar dalam hidup saya. Satu dari banyak berkat bertambah usia adalah saya melihat tangan Tuhan lebih jelas dalam hidup saya dengan setiap tahun yang berlalu. Saya melihat rajutan indah anugerah dan kasih Tuhan dalam setiap setil cerita saya, yang pada akhirnya adalah cerita-Nya.

Orang tua saya bercerai saat saya selesai kelas tiga SD dan musim panas itu, ibu, kakak laki-laki saya, dan saya pindah ke komunitas pertanian kecil di pedesaan Indiana untuk memulai awal yang baru. Pada waktu dimana saya merasa jauh dari Tuhan dan hidup saya hancur, Tuhan telah mulai menulis cerita penebusan yang indah.

Hanya saya belum tahu.

Selama hanya setahun, saya tinggal di seberang rumah Whitney dan keluarganya yang baik. Adik perempuannya, Stephanie, dan saya menjadi sahabat baik dan bersama-sama kami bermain boneka, bermimpi tentang masa depan kami, dan bermain rambut satu sama lain (dengan mode terbaru… dan tentunya memakai banyak hairspray!).

Tidak menyadari di tengah keremukan dan hari-hari biasa saat saya kelas empat, Tuhan membangun, menumbuhkan, dan membentuk persahabatan yang akan telah berlangsung beberapa dekade.

Banyak kali dalam hidup kita, kita ingin hari-hari yang mudah. Kita ingin hari-hari bebas kesukaran. Kita ingin hidup di bumi seolah-olah kita telah hidup di surga.

Namun kita belum ada di surga dan kita hidup di dunia yang jatuh dan berdosa. Kita hidup di dunia yang penuh penderitaan, patah hati, dan penyesalan. Namun Tuhan dalam belas kasihan dan anugerah-Nya dengan lembut menenun cerita penebusan, kesempatan kedua, dan pengampunan ke dalam hidup kita melalui persahabatan yang dengan murah Ia beri bagi kita.

Kita melihat satu dari cerita persahabatan yang paling kuat minggu ini saat kita membaca tentang hubungan antara Saul dan Yonatan.

A

Ketia Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
18:2 Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya.
18:3 Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri.
18:4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.

s soon as he had finished speaking to Saul, the soul of Jonathan was knit to the soul of David, and Jonathan loved him as his own soul. And Saul took him that day and would not let him return to his father’s house. Then Jonathan made a covenant with David, because he loved him as his own soul. And Jonathan stripped himself of the robe that was on him and gave it to David, and his armor, and even his sword and his bow and his belt. – 1 Samuel 18:1-4

 

“Ekspresi kasih dan persahabatan Yonatan kepada Daud menggambarkan satu dari lukisan terindah dari perjanjian dalam Firman Tuhan.” – Beth Moore

Perjanjian yang indah ini memiliki tiga bagian: visual, pengorbanan, dan simbolis.

Visual– Yonatan dengan murah hati memberikan Daud jubah, tunik, dan senjatanya.

Pengorbanan– Yonatan memberikan tahta, yang menjadi miliknya, kepada Daud. Yonatan menginginkan apa yang diingini Tuhan, meskipun itu berarti dia bukan yang dipilih untuk memimpin bangsanya. Yonatan mengorbankan posisi, hak, dan mimpinya saat dia melepaskan jubah dan tunik dan menaruhnya pada Daud. Yonatan bisa saja seperti ayahnya, Raja Saul, dan melawan rencana Tuhan. Dia bisa saja berpegang pada posisi haknya sebagai pewaris tahta. Dia bisa saja menjadi iri pada Daud dan berkat Tuhan dalam hidup Daud. Dia bisa saja… tapi dia tidak melakukannya.

Ohh betapa dunia ini akan menjadi lebih baik untuk kita hidupi jika kita semua berserah pada kehendak Tuhan dalam hidup kita, dan bukan berjuang mempertahankan hak kita. Kehendak kita. Jalan kita.

Hidup kita bukan untuk kemuliaan kita sendiri melainkan kemuliaan Tuhan. Terkadang kita lupa hal itu, tapi Yonatan tidak lupa.

Simbolis- Yonatan secara simbolis memberikan senjatanya kepada Daud untuk menunjukkan dia akan melakukan apa saja untuk melindungi Daud dan memastikan suatu hari Daud akan memakai mahkota yang Tuhan telah pilih untuk dia kenakan.

Dalam diri Yonatan, kita melihat seorang manusia yang mengasihi Tuhan lebih dari ia mengasihi diri sendiri. Dengan rela ia menyerahkan hidupnya pada kehendak Tuhan dan mendukung Daud sepenuh hati. Kita perlu lebih banyak “Yonatan” dalam dunia ini.

Sungguh suatu contoh luar biasa akan persahabatan sejati yang kita lihat dalam Yonatan dan Daud.

What an amazing example of true friendship we have in Jonathan and David.

Namun yang jauh lebih luar biasa adalah sahabat yang kita miliki dalam Yesus. Dia meninggalkan tahtanya di surga dan dating bagi kita karena Dia mengasihi kita. Dia berkorban jauh dari sekedar gelar atau posisi; Dia mengorbankan hidup-Nya supaya kita dapat mengalami pengampunan dosa dan kesembuhan dari semua rasa sakit, remuk hati, dan penyesalan. Dia datang untuk menebus.

Dan Ia telah menebus! Persahabatan di kelas empat itu, yang dimulai lebih dari 30 tahun yang lalu karena luka, ketakutan, dan keremukan, telah menciptakan persahabatan yang indah seumur hidup… dan hasilnya bahkan menyentuh hidup Anda!

Stephanie dan saya tetap menjadi teman lama setelah ibu saya menikah lagi dan kami pindah ke negara bagian lain. Selama bertahun-tahun kami tetap memelihara hubungan – bahkan pergi ke kelulusan, pernikahan satu sama lain dan berkunjung saat kami melahirkan bayi-bayi kami!

Dari persahabatan saya yang manis dengan Stephanie, saya bisa tetap mengikuti kabar Whitney, yang sekarang adalah satu dari sahabat terkasih juga dan yang saya tahu dikasihi oleh Anda semua saat Anda membaca tulisannya disini di Cinta Tuhan sesungguhnya!

Oooh sahabat, saya tidak tahu apa yang Anda lalui sekarang ini tapi saya ingin menyemangati Anda dengan ini: Tuhan dapat menebus situasi Anda dan menciptakan cerita yang indah darinya. Tidak pernah saya bermimpi bahwa suatu hari Whitney dan saya akan bekerja bersama untuk menyemangati perempuan di seluruh dunia untuk bertekun dalam firman-Nya! Tidak pernah saya bermimpi bahwa suatu hari saya akan memiliki penterjemah yang baik dari seluruh dunia di rumah saya untuk menjamu, mengasihi, dan melayani bersama sahabat baik saya, Stephanie!

Tuhan sangat sangat baik!

Dia menulis cerita yang lebih baik untuk hidup kita lebih dari yang kita bisa bayangkan! Percayakan cerita Anda pada-Nya hari ini. Saya berjanji Dia akan menciptakan perhiasan ganti abu (Yesaya 61:3).

Mari berbincang: Apakah Anda memiliki persahabatan Daud dan Yonatan? Siapakah mereka dan apa yang Tuhan telah ajarkan pada Anda melalui persahabatan itu?

Cinta Tuhan Sesungguhnya!

angelaTantangan: Persahabatan sangatlah dekat di hati Tuhan! Minggu ini, hubungi teman yang Tuhan telah pakai untuk menyemangati Anda di saat kesukaran, remuk hati, dan kehilangan. Berterima kasihlah pada mereka dan beritahukanlah pengaruh mereka dalam hidup Anda!

Video Minggu 5:

 

Ayat Hafalan Minggu 5:

memory verse w5.jpg

Rencana Bacaan Minggu 5:

reading plan w5

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s