Uncategorized

Minggu 4 – Jumat “Kita adalah Prajurit”

banner w4 fri.jpg

w4d5.jpg

Bayangkan Anda direkrut ke dalam unit taktis elit. Anda bersemangat akan perjalanan penuh petualangan yang akan Anda mulai. Saat Anda mulai, Anda mulai memperhatikan betapa lama dan tidak berharganya waktu yang dihabiskan. Betapa tinggi permintaan dan ekspektasi. Seiring waktu, Anda mulai kehilangan anggota-anggota di unit. Mengerjakan lebih banyak hal dengan lebih sedikit personil membuat misi Anda sepertinya tidak teraih. Anda mulai merasa tidak mampu dan kewalahan saat Anda diregangkan untuk mengisi peran-peran yang bukan sesuai kemampuan alami Anda. Perjalanan penuh semangat yang Anda awalnya mulai tidaklah sepenuhnya memenuhi harapan Anda.

 

Inilah pengalaman banyak perempuan Kristen.

Kita mulai perjalanan kita dengan Tuhan dengan menyala-nyala… penuh dengan semangat dan kegembiraan akan Tuhan dan rencana-Nya bagi dunia ini. Namun, seiring waktu, hal-hal kehidupan terjadi.

Kita menjadi lelah.

Kita menjadi letih.

Kita diregangkan.

Kita memberikan  begitu banyak dari diri kita sehingga kita lupa untuk pertama-tama memberikan diri kita bagi Tuhan.  Kita mengalami tragedi, luka, pengkhianatan, dan kekecewaan. Hidup seringkali membawa kita untuk melupakan panggilan Tuhan bagi kita. Dunia ini adalah medan pertempuran kita.

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis ; 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah  dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat  di udara. 6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. – Ephesians 6:10-13  

Paulus menulis kepada jemaat Efesus untuk meningkatkan kasih mereka akan Tuhan. Yesus menggambarkan Efesus sebagai pekerja keras, gigih, dan mengalami banyak kesusahan karena Dia. Namun, Yesus menegur mereka karena meninggalkan kasih mula-mula mereka (Wahyu 2:2-4). Ketika kita kehilangan gairah kasih dan focus, Paulus memberi kita tiga peringatan dari Efesus 6:

(1) Hidup Kekristenan adalah medan tempur, bukan taman bermain.  Tuhan menyatakan sangat jelas dalam firman-Nya bahwa orang percaya harus berjuang untuk mewakili Tuhan kepada dunia yang hilang yang membenci Dia. Pada hari keselamatan kita, Tuhan memberi kita hidup baru, namun tidak berarti bahwa kita menunggu, tidak melakukan apapun sampai Yesus datang. Kita harus membagikan kabar baik tentang Yesus. Kita harus mencurahkan kasih, anugerah, dan belas kasihan kita kepada mereka yang tidak layak dikasihi. Kita haru menunjukkan kesalehan pada keluarga, teman, dan rekan kerja kita. Pertempuran ini nyata. Apakah Anda ada dalam pertempuran atau sedang bermain ayunan?

(2) Musuh AKHIR kita adalah Iblis. Meskipun kita berjuang melawan manusia, Paul mengingatkan kita bahwa musuh akhir kita bukanlah melawan darah dan daging. Tujuan Iblis adalah menghalangi Firman Tuhan, mencegah keselamatan, dan menghancurkan kesaksian kita. Iblis mendorong ketidakharmonisan, perselisihan, dan perpecahan dalam pernikahan, rumah tangga, dan tempat kerja. Ketika kita menolak untuk mengampuni dan mengijinkan kemarahan bertahta dalam hati kita, kita berakhir dengan melawan setiap orang yang ingin Tuhan jangkau melalui kita. Kita harus berhati-hati terhadap salah mewakili Yesus kepada mereka yang paling membutuhkan Dia. Apakah Anda pendukung Tuhan atau Iblis?

(3)Tanpa Tuhan, pertempuran tidak dapat dimenangkan. Dalam pertempuran rohani, senjata fisik tidak dapat digunakan. Ayat 14-18 menggambarkan seluruh perlengkapan senjata Tuhan. Tuhan telah melengkapi kita dengan perisai pertahanan dan senjata penyerangan yang kuar untuk berperang dengan cara dan kekuatan-Nya. Perlawanan kita dilakukan dengan mengandalkan total pada Tuhan dan menggunakan senjata peperangan rohani-Nya- bukan sendiri dan dengan kekuatan pribadi kita. Apakah Anda berperang dengan senjata Tuhan atau senjata Anda sendiri?

Mempelajari hidup Daud, kita belajar bagiana ia menggunakan iman, ketaatan, dan senjata Tuhan untuk mengalahkan musuh. Ketika kita bertempur bagi Tuhan, kita memiliki seluruh surga mendukung kita. Kekuatan Tuhan sungguh sempurna dalam kelemahan kita. Pertempuran ada disini baik kita mau bertempur atau tidak. Tidak adanya persiapan, hilangnya minat, dan kesiapan bukanlah pilihan. Kita adalah prajurit!

Allah Bapa, terima kasih atas hak istimewa memungkinkan manusia tidak sempurna untuk melakukan rencana-Mu yang sempurna. Tuhan, perbarui semangat dan daya tahan kami bagi pertempuan ini. Bantu kami, Tuhan, untuk berjalanan sesuai panggilan kami. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

*Mari berbincang: Bagimana kami dapat berdoa bagi Anda saat Anda mulai mengalami peperangan rohani di rumah, tempat kerja, dan komunitas Anda?

Anugerah dan damai sejahtera bagi Anda,

Terria

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s