Uncategorized

Minggu 4 – Senin “David sang Prajurit”

banner 4 mon.jpg

Hari ini kita sampai pada bagian menarik dari kisah Daud. Kita telah melihat keberanian Daud saat melawan Goliat, namun Daud tidak selalu tidak takut. Ada banyak contoh dalam Mazmur saat Daud mengakui ketakutannya. Terkadang dia sangat takut sampai hampir lumpuh (Mazmur 55:5). Namun takut bukanlah ciri-ciri keberanian. Ketangguhan di tengah ketakutan adalah keberanian. Dan Tuhan menggunakan ketangguhan Daud untuk menumbuhkan dia menjadi perwira yang berani dan perkasa.

Daud menjadi sangat berhasil dalam kampanye militernya sehingga penyair menulis lagu baginya. Kita melihat dalam 1 Samuel 18:7 bahwa orang-orang mengadakan parade dan para perempuan menyanyi, “Saul mengalahkan beribu-ribu, tapi Daud mengalahkan berlaksa-laksa.”

Ini menganggu Saul. Suasana hatinya berubah masam dan iri hati mengambil alih dirinya sehingga ia mencoba membunuh Daud dengan tombak… dua kali! Tidaklah luar biasa jika Daud bertahan?

 

Saul tidak ingin lagi Daud berada di sekitarnya sehingga ia membuat Daud menjadi komandan pasukan 1000, dan Tuhan memberikan kemenangan besar untuk Daud dan pasukannya. Sekali lagi Saul kecewa, tapi dia juga ketakutan karena ia mengerti mengapa Daud berhasil. Dia sekarang tahu Tuhan menyertai Daud (ayat 12, 14).

 

Kita membaca cerita Daud dan berpikir ia manusia hebat, tapi kita harus berfokus pada Tuhan yang membuat Daud hebat. Tuhan jauh lebih besar. Daud bukanlah prajurit yang berani karena kekuatan dan kuasanya sendiri, melainkan karena kekuatan dan kuasa Tuhan. Jadi jangan berpikir, “Oh, andai saya setegas dan seberani Daud,” melainkan “Oh, saya ingin mengenal dan percaya Tuhan seperti Daud mengenal dan percaya Tuhan.”

Kita harus ingin Tuhan memakai kita untuk melebarkan kerajaan-Nya dengan cara yang Ia pandang baik. Bagi sebagian kita mungkin dengan tegas dan berani di tengah penganiayaan. Bagi sebagian lain, tegas dan berani dalam hal sehari-hari. Yakinlah, menjadi orang tua bukan diperuntukkan bagi penakut. Membesarkan anak-anak yang mengenal firman Tuhan membutuhkan hikmat dan iman, doa, dan kegigihan. Hidup melawan dunia ini membutuhkan ketegasan dan keberanian.

Kita melihat Daud sebagai prajurit perkasa, dan memang demikianlah ia. Namun ada Dia yang jauh lebih perkasa, yang kuasanya bekerja melalui yang terlemah dan yang seruan perangnya adalah kemanangan dan kemuliaan. Pandanglah DIA!

Memandang kepada Yesus,
jen-sig

 

 

 

TANTANGAN MINGGU 4:

Tantangan kita minggu ini adalah kita perlu meminta Tuhan untuk membuat kita tegas dan berani ditengah kesulitan dan oposisi.

AYAT HAFALAN MINGGU 4

memory verse w4.jpg

 

RENCANA BACAAN MINGGU 4

reading plan w4.jpg

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s