Uncategorized

Minggu 3 – Senin “Ketika Ketakutan Mencengkeram Hati Kita…”

banner 3 mo

w3d1.png

Betapa ajaib Tuhan kita dan murah Ia pada kita sehingga Ia merekam kesaksian kesetiaannya melalui Alkitab. Kita membaca tentang hidup Daud dan kita melihat perbedaan antara hidup bagi Tuhan dan hidup bagi diri kita sendiri… dan konsekuensinya.

Pada bagian pertama hidup Daud, semua berjalan sangat baik. Ya, dia bukan anak laki-laki favorit ayahnya, dan ya, beberapa kakaknya tidak memperlakukannya dengan baik. Tapi Daud tahu bahwa Tuhan memilihnya dan Tuhan menyertainya, dan percayanya terletak pada Tuhan saja. Nampaknya segala yang dia lakukan berhasil – sampai membuat Raja Saul iri. Sangat iri sehingga raja ingin membunuh Daud.

Inilah saat Daud membiarkan ketakutan menentukan langkahnya, dan bukan menaruh imannya pada Tuhan.

Minggu ini kita melihat kelemahan Daud, kemanusiaannya, dan akibat ketakutannya. Saya tidak menyalahkan Daud karena membiarkan ketakutan memasuki hatinya. Saya juga telah membiarkan ketakutan memasuki hati saya. Namun ini yang kita ketahui: ketakutan bukanlah dari Tuhan (2 Timotius 1:7). Jadi saat ketakutan memasuki hati Daud, dia mengalihkan pandangannya dari Raja segala raja- Ia yang melengkapinya untuk membunuh singa, beruang, dan raksasa – dan alih-alih, ia lari.

Daud secara harafiah berlari demi menyelamatkan hidupnya.

Meskipun Tuhan telah bekerja melaluinya dengan kuat sebelumnya, kita melihat kemanusiaan Daud saat dia mengalihkan pandangannya dari Tuhan dan mulai menangani perkara dengan tangannya sendiri.

Sayangnya kita melihat Daud mengandalkan semua orang kecuali Tuhan.

Dan seperti Daud, saya melakukan hal yang sama berkali-kali di hidup saya.

Pertama, Daud kehilangan pekerjaannya. Dia adalah prajurit hebat di tentara Saul, posisi yang hilang dalam sekejap saat Raja Saul berusaha membunuhnya (1 Samuel 19:10).First, David loses his job.

Kemudian, Daud berlari pada istrinya. Siapa yang tidak akan menemukan penghiburan dalam diri suami/istri? Namun lagi-lagi Daud harus pergi karena Michal berkata tidaklah aman bagi Daud untuk bersamanya di rumah mereka (1 Samuel 19:11-12).

Kehilangan pekerjaan, kehilangan kenyamanan rumah, kehilangan seorang terkasih… semua hanya karena seorang raja gila yang iri kepada Anda dan bagaimana Tuhan memberkati Anda.

Selanjutnya, Daud berlari pada Samuel (1 Samuel 19:18), orang yang mengurapi Daud dan mengumumkan masa depan pemerintahannya sebagai raja. Sekarang berkat itu mulai terasa seperti kutuk – kutuk yang tiba-tiba membawa banyak sakit hati dan luka dalam hidupnya.

Daud kemudian beralih kepada sahabat terbaiknya, Yonatan, dan menemukan bahwa ia harus meninggalkan persahabatannya itu untuk sementara waktu (1 Samuel 20:42).

Satu demi satu, gelar dan hubungan tempat Daud berlari untuk menemukan penghiburan menghilang.

Kemudian kita sampai pada ayat kita hari ini. Daud merasa putus asa. Ia merasa seolah-olah tidak ada seorangpun untuk berpaling, sehingga ia memasuki tanah musuhnya untuk menemukan perlindungan. Kedengarannya gila, bukan? Sebelumnya ia telah membunuh berpluh-puluh ribu dari mereka dan raksasa mereka yang terkasih, Goliat, dan sekarang ia kembali pada mereka untuk menemukan perlindungan dari Raja Saul.

Saya bertanya-tanya berapa banyak dari kita telah melakukan hal yang sama?

Hubungan yang menghancurkan di masa lalu atau kecanduan yang kita telah akhiri dengan penuh kekuatan, sekarang kita berlari kepada hal-hal tersebut dalam saat-saat lemah.

Disini kita temukan Daud, pahlawan kita yang kekasih, berakting seperti orang gila: liur menetes dari wajahnya dan dengan takut ingin menyelamatkan hidupnya.

Ketakutan.

Inilah yang memburu Daud dari satu hubungan ke hubungan yang lain dan satu penghiburan ke penghiburan yang lain, dan bukannya berhenti dan berpaling pada Tuhan. Dia mengijinkan ketakutan untuk memburunya, membuatnya lelah, dan sekarang menghilangkan martabatnya di hadapan semua orang yang pernah melihat bagaimana kuasa Tuhan bekerja dalam dirinya selagi ia muda, saat ia membunuh pahlawan raksasa mereka (1 Samuel 17:46-47).

Dan saya percaya bahwa Tuhan, dalam kasih-Nya, mengijinkan Daud dengan penuh kesakitan melalui musim hidupnya saat itu sehingga Daud akan belajar untuk secara penuh bergantung pada Tuhan untuk keselamatannya dan penyediaannya.

Ini adalah pelajaran yang sulit untuk diambil. Lebih mudah untuk percaya pada persahabatan, gelar, status, dan rekening bank untuk jaminan keamanan kita, dan bukan berpaling pada Tuhan. Namun hanya dalam Tuhan saja kita dapat menemukan keamanan yang dicari hati dan pikiran kita.

Sahabat baik, kuatkan hati. Tuhan dapat melakukan perkara luar biasa dalam hidup kita sehingga kita dapat menunjukkan pada dunia kemuliaan-Nya saat kita membunuh raksasa-raksasa kita. Kiranya Anda didorong jika Anda telah mengalihkan pandangan Anda dari Juruselamat dan telah lari dari satu orang ke orang yang lain dan dari satu benda ke benda lain untuk menemukan kasih dan keamanan yang Anda inginkan.  Anda manusia, dan jika seorang manusia yang disebut “orang yang berkenan di hati Tuhan” bisa jatuh dalam jebakan ketakutan, Anda memiliki teman. Kita semua memilikinya.

Namun janganlah tetap tinggal disana.

Akui dosa bahwa Anda berpaling kepada yang lain dan  bukan berlari kepada Tuhan. Berkomitmenlah untuk bersandar pada Tuhan dan firman-Nya, dan temukan kekuatan dan istirahat Anda di dalam-Nya.

Jangan biarkan apapun atau seorangpun menjadi pengganti Tuhan dalam hidup Anda. ndDan bacalah kebenaran ini berulang kali sampai Anda mengahfalnya dalam pikiran Anda dan mengukirnya dalam hati Anda: Yesaya 41:10… “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau.”

“Kruk manusia melumpuhkan perjalanan iman.” – Chuck Swindoll

Mari belajar dari Daud dan taruh percaya kita secara utuh kepada Tuhan.

Mari Berbincang: Apa yang menyebabkan Anda takut dan apa yang Anda lakukan untuk melawannya?

Cinta Tuhan Sesungguhnya!

Angela

 

 

 

Tantangan Minggu 3: Minggu ini, ketika ketakutan mencengkeran hati Anda, perkatakan Yesaya 41:10 dan perkatakan Firman Tuhan kepada hati dan pikiran Anda!

Video Minggu 3:

 

Rencana Bacaan Minggu 3:

reading plan w3.jpg

Ayat Hafalan Minggu 3: 

 memory verse w3
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s