Uncategorized

Minggu 1 – Jumat “Kita adalah Domba Tuhan”

We Are God’s Sheep

w1d5.jpg

Ketika saya berpikir tentang hidup seorang gembala, kedengarannya santai. Anda dapat menghabiskan waktu dengan domba dan anak domba yang lucu, menikmati pemandangan ciptaan Tuhan yang indah, makan siang dibawah pohon yang rindang dalam keheningan dan buku sebagai teman (mimpi seorang introvert).

Tapi menjadi gembala sesungguhnya adalah kerja keras. Hari kerja mulai sangat awal dan berakhir larut malam. Dibutuhkan banyak berjalan dan pengawasan seksama akan domba-domba sehingga tidak ada dari mereka yang berkeliaran. Jika ada satu yang tersesat, gembala itu harus memburunya dan membawa kembali ke kawanan. Gembala yang sungguh-sungguh memperhatikan gembalaannya akan bersedia mempertaruhkan nyawa mereka bagi domba-dombanya.

Sangatlah menarik dan penting bahwa Alkitab menyebut kita domba. Kita perlu diperhatikan dan dipimpin. Kita memerlukan perlindungan dan penyediaan. Kita sangat memerlukan gembala, dan Tuhan menyebut diri-Nya sendiri seorang gembala.

Seperti Daud pedulu pada domba-dombanya, demikian Tuhan peduli pada kita, “kawanan domba gembalaan-Nya.”

Namun apa artinya Tuhan adalah Gembala kita (Mazmur 23)? Bagaimana Ia memimpin dan memperhatikan kita?

Gembala Membimbing Kita dalam Hikmat

Tentang hikmat, kita berpikir bahwa kita tahu segala-galanya, atau kita mencari hikmat di tempat yang salah. Kita mencari bimbingan ke dalam budaya kita, orang lain, atau ke dalam emosi kita. Kita suka ide “mengikuti hati kita.” Namun himat sejati selalu mulai dengan melihat ke atas kepada Gembala Agung kita, dan kepada kebenaran yang telah Ia nyatakan pada kita melalui firman-Nya.

Alasan kita membutuhkan Tuhan adalah karena hikmat jauh melebihi pengetahuan. Hikmat adalah mengambil pengetahuan akan Tuhan dan menerapkannya dalam hidup kita. Kita tidak dapat melakukannya sendiri. Kita memerlukan sang Gembala untuk menunjukkan kita jalannya.

“Karena TUHANlah yang memberikan hikmat,dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.”

– Amsal 2:6

Tuhan berjanji mengajar dan membimbing kita, namun Dia selalu melakukannya melalui Firman-Nya. Yang terpenting, Yesus adalah hikmat kita, karena dalam Dia kita beroleh pengetahuan akan Tuhan yang sejati (1 Korintus 1:30).

Sang Gembala Mempedulikan Kita dengan Penyediaan-Nya

Saya SUKA kebenaran ini! Kebenaran ini membawa kedamaian luar biasa mengetahui bahwa penyediaan Tuhan ada dalam saya. Kenyataan bahwa Tuhan mengatur semua hal di dunia ini adalah sumber kedamaian yang besar. Dari ciptaan (Mazmur 104) sampai kepada detil hidup saya (Matius 10:29), Tuhan mempedulikan kita semua. Tidak ada yang terjadi pada kita merupakan sebuah kesalahan, dan tidak ada sesuatupun yang mengejutkan Tuhan. Dari hari-hari kita yang paling bahagia sampai ke saat paling mengecewakan, SEMUA adalah bagian dari kasih dan penyediaan Tuhan bagi kita. Dia tahu apa yang terbaik dan Dia tahu semua yang perlu terjadi untuk membawa domba-Nya pulang.

Kita diberi Makan dari Padang-Nya

Padang ini menunjuk pada Firman Tuhan. Seperti telah kita lihat, dalam Firman Tuhan kita menemukan hikmat, namun dalam Firman Tuhan juga kita menemukan makanan bagi jiwa kita- pesta spiritual yang menyebabkan pertumbuhan dalam iman dan kasih akan Tuhan Gembala kita.

Alkitab disebut sebagai “susu” dan “daging” bagi orang-orang kepunyaan Tuhan, dan melalui Alkitab kita mendapatkan gizi, menjadi kuat, dan bertumbuh dalam keselamatan (Ibrani 5:12-15, 1 Petrus 2:2).

Mengenal Tuhan sebagai “Gembala” pada akhirnya berarti bahwa kita mengenal Yesus Kristus, sang Gembala domba yang Agung (Ibrani 13:20). Ini berarti bahwa kita mengenal suara-Nya dan mengikuti-Nya (Matius 10:27). Ini berarti bahwa saat kita mengikuti-Nya, kita belajar menjadi puas dengan kemana Ia memimpin kita.

Apakah Anda mengenal Gembala Anda sebagai sempurna baiknya, tidak kejam, dan tidak pernah salah? Maka kita, dari semua orang, haruslah puas dengan hidup kita. Inilah kemana Gembala kita telah memimpin kita untuk saat ini.

“Gembala Baik kita adalah Penguasa dunia, lebih kuat dari segala musuh, Penakluk segalanya, dan mampu menyediakan bagi domba-Nya di tempat apapun!”
– J.R. Miller

Kebenaran bahwa Yesus adalah Gembala Agung kita, bahwa Ia memberi masing-masing domba perhatiannya yang tak terpecah, dan bahwa Ia mengorbankan hidup-Nya untuk menyelamatkan domba-Nya, seharusnya memenuhi kita dengan sukacita, memberikan kita harapan di saat sulit dan hasrat yang dalam untuk mengikuti Gembala ini sepanjang umur hidup kita.

Memandang kepada Yesus,

Jen

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s