Uncategorized

Apa yang Membuat Hidup Berharga untuk Dijalani

Hal apa yang paling bermakna? Dari mana datangnya sukacita dan kebahagiaan? Hal-hal apa yang abadi? Apa yang membuat hidup berharga untuk dijalani? Salomo bergumul untuk menemukan arti hidup, dan kemudian ia memulai eksperimen  dengan melakukan segala jenis hal yang berharga bagi pria untuk melihat apakah ia dapat menemukan kepuasan didalamnya.

Salomo mulai dengan hikmat dan pengetahuan, dan menyimpulkan bahwa hal-hal tersebut membawa lebih banyak pertanyaan dan rasa frustrasi karena tidak semua hal memiliki jawaban. Kemudian ia mencoba segala bentuk kesenangan, namun melihat bahwa hal-hal tersebut meninggalkan rasa hampa dan kerinduan yang lebih lagi. Kemudian ia membenamkan diri dalam pekerjaan dan sekali lagi melihat kekosongan dalam kerja keras hanya untuk meninggalkan segala yang ia capai kepada seseorang yang dating setelahnya. Seseorang ini mungkin kurang masuk kualifikasi, kurang bekerja keras, dan kurang bersyukur atau perhatian.

Tidak terelakkan, saya berpikir tentang semua orang terkenal yang menjadi bagian dari layar Hollywood. Bukankah sepertinya mereka terus mencari gaya hidup yang lebih mewah? Satu rumah mewah tidak lagi cukup, garasi dipenuhi oleh 10 mobil eksotis dan perlu mobil ke-11. 50 juta dolar per film sekarang harus menjadi 12 juta dolar.

Meski mudah menunjukkan ajri pada orang lain, tidak ada dari kita yang bebas. Kita melakukan hal yang sama dengan skala yang lebih kecil. Seberapa cepat baju baru kelihatannya menjadi lama dan tidak cocok lagi? Betapa sekejapnya nuansa dan bau mobil baru? Dan setelah kita tinggal di rumah baru, perabotan lama kita menjadi tidak cukup bagus. Banyak orang pindah dari satu negara bagian ke negara bagian lain, meninggalkan teman-teman, keluarga, dan gereja untuk mencari rumah lebih besar atau uang lebih banyak. Dan saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan, dengan cepat kita belajar bahwa kebahagiaan dan kepuasan yang dijanjikannya hanya sekejap dan bukanlah hal yang sesungguhnya kita cari. John A. James menyebut semua hal dan pengejaran duniawi sebagai “gelembung indah.” Hal-hal tersebut rapuh dan cepat berlalu.

Meskipun Pengkhotbah adalah kitab yang suram, kitab ini juga memiliki saat-saat mentari bersinar. Ayat-ayat kita hari ini menyatakan sebagian sinar yang hangat ini.

Kita dapat menemukan kenikmatan dan kepuasan dari hal-hal yang kita miliki, pekerjaan yang kita lakukan, dan pengalaman yang kita alami jika kita takut akan Tuhan dan melihat tangan-Nya dalam segala hal.

Ini berarti bahwa kita perlu belajar menelusuri segala yang kita miliki kembali kepada penulis hidup kita. Tuhan memberikan pekerjaan, Dia memberikan kesuksesan, Dia memberikan kreativitas, Dia memberikan kekayaan. Penulis hidup menciptakan anak-anak kita dan menempatkannya dalam keluarga kita. Tumpukan cucian menunjukkan kemurahan Tuhan pada kita, dan piring-piring di rak mengingatkan kita akan penyediaan harian dari Tuhan. Semua ini adalah “produk kuasa-Nya yang kreatif” dan “anugerah penyediaan kelimpahan-Nya bagi kita” (Matthew Henry). Melihat Tuhan sebagai pemberi segala sesuatu dan tujuan dari segala sesuatu menggerakkan kita untuk hidup dengan syukur, suka cita, dan penuh arti.

Bahkan didalam keadaan kita yang sulit, kita melihat tangan Tuhan. Dia menggunakan kesulitan untuk menguatkan dan mengubah kita. Dia menggunakan cobaan untuk menyingkapkan apa yang sungguh kita percayai tentang Dia, dan melalui kesulitan dan kehilangan, kita belajar bahwa hanya ada satu Tuhan yang dapat membantu, menyediakan, dan memenuhi hati kita dengan kegembiraan dan sukacita.

Saat kita mulai menelusuri semua hal kembali pada Tuhan, kita akan melihat bahwa kepuasan kita harus ada dalam Tuhan saja, sehingga apapun yang terjadi dengan benda milik kita, pekerjaan kita, kesehatan kita, atau pengalaman kita, kita dapat menemukan pemenuhan dan sukacita karena kita memiliki Tuhan dan didalam Dia, kita memiliki segala sesuatu yang membuat hidup berharga untuk dijalani.

Memandang pada Yesus,

Jen

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s