Uncategorized

Hikmat Dunia lawan Hikmat Tuhan

12834874_10153412609112694_220325820_n

 

Pengkhotbah 1:17 Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal inipun adalah usaha menjaring angin.

unspecified (1)

 

Kita semua memiliki keinginan untuk menjadi bijaksana. Kita ingin memahami cara kerja sesuatu, dapat menjawab pertanyaan, membuat keputusan, dan membagikan apa yang kita ketahui. Kita menginginkan dan mencari hikmat dan pengetahuan dari hal-hal dunia ini, seperti yang dilakukan Salomo. Tetapi, Salomo menemukan bahwa hikmat ‘dibawah matahari’, diluar Tuhan, meninggalkan dia dengan rasa tak terpenuhi dan tidak puas.

Dalam 1 Raja-raja 3, kita belajar bahwa Salomo meminta hikmat pada Tuhan untuk memerintah rakyat-Nya. Alih-alih meminta kekayaan materi, kenyamanan, atau kesenangan, Salomo ingin memajukan kerajaan Tuhan lewat kepemimpinan yang bijaksana. Karena Tuhan sangat suka dengan permintaan Salomo, Dia mengabulkannya dan memberi dia lebih banyak lagi. Pada suatu titik dalam hidupnya, Salomo lebih mencintai berkat Tuhan daripada Tuhan sendiri. Hidupnya mulai berpusat pada kekayaannya, kesenangan, dan pemujaan.  Dia meninggikan hikmat dunianya diatas hikmat Tuhan. Salomo lupa bahwa hikmat Tuhan-lah yang menjawab setiap kebutuhan kita dan memberikan kita sudut panjang sejati tentang pertanyaan kehidupan terdalam.

Yakobus 3:17  Tetapi hikmat yang datang dari Allah adalah seperti ini: Pertama-tama adalah murni, juga penuh damai, lemah-lembut, dan mau mengalah. Hikmat selalu menolong orang yang berada dalam kesulitan dan selalu berbuat baik. Hikmat itu juga adil dan jujur.

 

Hikmat dunia menarik panca indera dan emosi. Sebaliknya, hikmat yang datang dari Tuhan merefleksikan diri-Nya. Jika hikmat dunia selalu berkata ikuti hatimu, hikmat Tuhan mengajar kita dalam Yeremia 17:9 bahwa betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu. Jika hikmat dunia berkata melihat adalah percaya, hikmat Tuhan mengajar kita dalam Yohanes 20:29  bahwa berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Jika hikmat dunia berkata kasihilah keluar dan teman-teman-mu, hikmat Tuhan mengajar kita dalam Matius 5:43-47 untuk juga mengasihi musuh kita dan memberkati mereka. Jika hikmat dunia berkata ada banyak jalan menuju Tuhan, hikmat Tuhan mengajar kita dalam Kisah Para Rasul 4:12 bahwa hanya ada satu jalan menuju Tuhan, Yesus Kristus.

 

Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati tanpa mencari-cari kesalahan, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

 

Tuhan ingin memberikan hikmat Ilahinya kepada anak-anaknya. Semua jenis pembelajaran lain berharga tapi terbatas kecuali dibangun diatas pengetahuan akan Tuhan sendiri. Untuk mendapatkan hikmat Tuhan, kita harus berdoa memintanya, sembari belajar dan menghidupi Firman Tuhan. Banyak sekali gangguan dunia ini yang mengancam untuk menarik kita jauh dari Tuhan. Kita terus-menerus dibombardir dengan sudut pandang, gambar, dan ideology yang berlawanan dengan Alkitab. Mudah untuk hati kita menjauh dari Tuhan dan mendekat pada ide dan system kepercayaan yang terdengar mengesankan dan menarik. Orang-orang percaya tetap harus rajin dan teguh mencari Tuhan dan menjaga hikmatnya tetap di baris terdepan dari pikiran kita. Kita mungkin harus berdiri melawan hikmat dunia, nasihat keluarga dan teman-teman yang bermaksud baik, dan melawan keinginan mencari diri sendiri hanya untuk dipimpin oleh Tuhan. Hikmat Tuhan memberi kita fokus dan arah saat kita harus memilih antara apa yang kelihatan baik, apa yang terasa baik, dan apa yang baik.

 

Mari berbincang: Apakah hikmat yang Anda bagikan dan hidupi lebih merefleksikan Tuhan atau dunia ini? Dalam area hidup apakah Anda lebih cenderung pergi dan menjauh dari hikmat Tuhan? Bagaimana kami dapat berdoa untuk Anda saat Anda merindukan untuk menerapkan hikmat Tuhan dalam hidup Anda?

Terria

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s